Malam ini adalah malam terakhir Bulan Ramadhan. Sebelum saya bercerita, saya mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin, Semoga kita diberi kesehatan dan panjang umur agar dapat bertemu dengan Bulan Ramadhan yang akan datang. Amien...
Tanggal 26 Juli 2014 (Kemarin)
Kami (sekeluarga) mudik dari Gresik (Jawa Timur) ke Semarang tempat kelahiran Bapak dan Ibu saya. Kebetulan masih ada eyang saya yang masih tinggal di Semarang.
Yang membuat saya takjub adalah perjalanan kami hanya ditempuh dalam waktu 6 jam (biasanya 7 jam paling cepat). Ternyata Bapak saya 'nyetirnya' ngebut. Ya... sebenarnya tidak ngebut hanya saja kecepatannya mencapai 100 - 110 km/jam. Ditempuh hanya 6 jam juga di pengaruhi oleh faktor jalanan yang lancar. Kami sampai di Rumah Eyang pukul 16.30.
Simpang Lima, Semarang (Hari Ini)
Disini lah saya menulis Post ini. Setiba disini kami 'Olah Raga' dulu, yaitu naik Sepeda Tandem yang diberi lampu warna-warni (seperti gambar diatas). Setengah jam kita berputar-putar menggunakan sepeda tersebut. Setelah itu kami 'Nongkrong' ditengah lapangan Simpang Lima sambil bertakbir. Allahu Akbar Allahu Akbar , lailahailallah Allahu Akbar , Allahu Akbar walillahilham...
Beberapa menit 'Nobgkrong' kami bosan. Akhirnya kami memutuskan untuk makan Tahu Petis Prasojo (salah satu Tahu Petis yang enak di Semarang). Setelah kami habis 5 Tahu Petis kami pulang ke Rumah Eyang.Sekian cerita kami saat Malam Takbiran di Semarang.
0 comments:
Post a Comment